Sabtu, 16 Januari 2016

0

Laporan Kunjung Lapang "Pengolahan Susu ECO-FARM"



TUGAS INDIVIDU LAPORAN
KUNJUNGAN LAPANG (FIELDTRIP) KE UNIT BISNIS
Mata Kuliah Dasar-Dasar Bisnis (AGB111)

“PENGOLAHAN SUSU ECO-FARM”




Di susun oleh:

Intan Permatasari
H24140045

Dosen:
Ir. Juniar Atmakusuma, MS







TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

A.    Profil perusahaan/unit bisnis yang dikunjungi

Nama Perusahaan        : Pengolahan susu Eco-Farm
Produk                         : Susu sapi dan kambing perah
Manajer                       : Ibu Ina Kusminah, S.Pt. 
Lokasi                         : Fakultas Peternakan IPB
Tahun berdiri: 

Sejarah singkat:
Awal mula berdirinya Eco-Farm bermula dari Fakultas Perternakan IPB dibawah naungan Departemen Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan yang mengadakan kerja sama dengan Departemen Pertanian dalam memacu usaha perternakan, khususnya sapi perah dan kambing perah. Pengelolaan sapi perah dimulai dari januari 2007 dan mendapatkan bantuan 20 ekor sapi dara bunting dari  Koperasi Wirausaha Indonesia (KWI). Dalam rangka menjalankan usaha ini, Dekan Fakultas Peternakan menunjuk seorang penanggung jawab langsung Eco-Farm untuk bisa menjalankan usaha ini dengan baik. Penanggung jawab Eco-Farm dibantu oleh seorang manager yang berfungsi untuk menggerakan beberapa divisi yaitu: divisi produksi, divisi pengolahan, divisi pakan, dan divisi pemasaran.                          
Bahan baku produk olahan susu Fapet (Fakultas Peternakan) berupa susu segar diperoleh dari Farm di IPB yaitu, Eco-farm dengan kapasitas rata-rata 40 liter/hari. Sedangkan peternakan lain yang menyuplai susu segar diantaranya Darul Fallah dan Peternak KUNAK. Sedangkan untuk bahan baku susu kambing diperoleh dari Peternakan Kambing Perah Darul Fallah, sehingga jaminan kualitas susu segar sebagai bahan baku dapat dipertanggungjawabkan.
Semua produk Fapet diproduksi dari 100% susu segar, tanpa penambahan susu bubuk dan penstabil. Selain itu produk Fapet tanpa menggunakan pengawet dan menggunakan gula asli (kecuali untuk produk low sugar menggunakan sukralosa). Selain aktivitas pengolahan, Eco-Farm melakukan aktivitas penunjang lainnya yakni : Dairy Education. Dairy Education lebih difokuskan kepada pendidikan, pelatihan dan informasi dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat dengan melaksanakan aktivitas pembangkitan pendapatan bagi institusi (IPB dan Fakultas Peternakan).

B.     Pembahasan
b.1. Potensi dan Peluang Bisnis yang Dijalankan
Berbagai potensi yang dimiliki, seperti ketersediaan bahan baku dan sumber daya peternak (tenaga kerja), Eco-farm memiliki peluang untuk menjadi salah satu sentra pengolahan susu perah bukan hanya di IPB tetapi juga di daerah Bogor. Eco-farm bertindak sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kompetensi peternakan dalam bidang pengembangan sapi perah dan produksi susu segar serta hasil olahannya. Namun, menurut narasumber pengelolaan sapi dan kambing perah ini bertujuan bukan untuk bisnis melainkan untuk edukasi seperti untuk penelitian, magang, dan kunjungan-kunjungan lapang lainnya.
                           
b.2. Lingkungan Bisnis Usaha Tersebut
Usaha pegolahan sapi perah dan kambing perah ini berlokasi di jalan Kayu Manis Laboratorium Lapang A Fakultas Peternakan. Usaha pengelolaan ini berupa laboratorium yang telah ada dan direnovasi menjadi pabrik dari dana DIPA IPB tahun 2007. Selanjutnya pabrik ini dilengkapi dengan sarana pengelolaan dan perlengkapan lainnya sehingga bisa melaksanakan Good Manufacturing Practices. Saat ini Eco-Farm telah memperoleh rating A dari Balai POM Bandung dalam penerapan Good Manufacturing Practices. Unit ini dikelola atau dibawah naungan Unit Pengolahan Susu Bagian Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan IPB dan PT D-Farm Agriprima sebagai operator produksi. Eco-Farm mempunyai lahan yang berlokasi di kandang Fakultas Peternakan, Kampus IPB dramaga, Institut Pertanian Bogor. Luas lahan mencapai ± 1 ha dengan luas kandang 3000 m2 dan luas lahan rumput 7000 m2.
  
b.3. Kendala/Permasalahan yang Dihadapi
Memelihara dan mengelola sapi perah atau kambing perah memang tidak mudah. Terdapat banyak risiko yang harus dihadapi agar sapi perah dan kambing perah produktif. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Eco-farm sendiri yaitu (1) Faktor cuaca menjadi salah satu faktor yang paling disalahkan karena mengakibatkan kematian akibat ketidak sesuaian cuaca. Suhu  di Darmaga yang tidak dingin sehingga membuat sapi perah tersebut kurang cocok di Dramaga walaupun sapi perah local yang dapat beradaptasi ternyata juga tidak cocok. (2) Kambing perah yang memiliki tingkat stress tinggi yang berakibat turunnya produksi atau juga kambing tersebut langsung sakit. Selain itu kambing perah susah di dapat di daerah Bogor. (3) Kendala atau permasalahan lainnya yang dihadapi dalam pengolahan susu perah didasari kurangnya karyawan menjadi faktor keterbatasan tenaga kerja. Sehingga susu ini diproduksi dan dikemas dengan jumlah yang tidak begitu banyak. (4) Kemudian dari faktor teknologi yang masih sederhana dalam memproduksinya. (5) Pemasaran pada saat-saat tertentu menurun yaitu pada waktu bulan puasa dan liburan mahasiswa. Disamping itu, masih banyak masyarakat belum mengetahui akan pentingnya mengonsumsi susu segar daripada susu dengan bahan pengawet.
Strategi dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menyisihkan laba saat permintaan sedang tinggi. Kerja sama dengan perusahaan juga perlu dipertimbangkan dengan baik agar bisnis ini bisa maju, serta perlu adanya iklan atau website produk Unit Pengolahan Susu Eco-Farm Fakultas Peternakan IPB. Dibutuhkannya teknologi baru untuk menunjang pengelolaan susu agar menjadi susu yang memiliki kualitas sama dengan merk susu terkenal lainnya.   
Selain itu dalam pengambilan keputusan, misalnya ada masalah di lapangan diatasi oleh manajer lapang sendiri. Selanjutnya apabila masalah tersebut tidak bisa diatasi oleh manajer lapang langsung dialihkan ke pengambil keputusan tertinggi yaitu kepala lab.

b.4. Pengelolaan Produksi
Ada dua jenis susu yang diolah, yaitu:
1.      Sapi perah
Awalnya datang 20 ekor sapi perah, tetapi sekarang ada 5 dara dan 1 pedet. Sapi dara adalah sapi yang berumur 9 bulan sampai dengan sapi itu beranak pertama kali. Pedet adalah anak sapi yang baru lahir hingga umur 8 bulan. Produksi sapi perah itu 1 ekor minimal 20 liter tetapi itu akan dicapai saat laktasi kedua. Laktasi kedua itu yaitu anak kedua setelah melahirkan pada 3 bulan pertama, dengan catatan pakan dan pengelolaannya harus baik. Namun pada laktasi 4 atau 5 susu yang dihasilkan menurun hanya sekitar 10 liter.
Pakan sapi perah umumnya dibagi tiga :
a. Hijauan :
- Rumput - rumputan : Rumput gajah ( Pennisetum purpureum), Rumput Raja (King grass), setaria, benggala (Pennisetum maximum), rumput lapang dan BD (Brachiaria decumbens),
- Kacang-kacangan : Lamtoro, turi, gamal
b. Konsentrat :
Dedak, bunkil kelapa, bungkil kacang tanah, jagung kedelai.
c. Limbah pertanian :
Jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, dll.
Pakan yang diberikan kepada sapi perah secara umum berupa hijauan 60 % dari BK (berat kering) dan 40 % Konsentrat. Dalam hal ini hijauan yang digunakan 75 % rumput alam dan 25 % rumput unggul. Sebagai contoh bila berat sapi 450 kg dan produksi susu 13 kg / hari lemak 3,5 % dapat diberikan pakan : rumput alam 21 kg, rumput gajah 7,5 kg dan konsentrat pabrik 6 kg.
2.      Kambing perah
Kambing yang tersedia di kandang Fapet IPB sekarang ada 1 dara, 5 ekor sudah tidak berproduksi. Seharusnya yang sudah tidak dapat berproduksi ini dijual tetapi susah mencari kambing perah daripada susu perah. Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :
- Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam beryodium secukupnya.
- Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.
            Rumput yang ada di kandang Fapet luasnya sekitar 1 hektar dan rumput itujuga dijual/kg untuk umum dengan harga Rp. 100,- /kg itu jika ambil sendiri rumputnya dan jika rumputnya siap antar atau sudah diambil oleh pekerja yang ada harganya menjadi Rp. 250,- /kg. Bibit rumputnya pun tidak beli karena tunasnya tumbuh terus dengan sendirinya.

b.5. Pengelolaan Pemasaran
Pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi dari gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan perseorangan dan organisasi (Griffin dan Ebert, 1004: Nickels et al, 1996). Sehingga strategi pemasaran merupakan strategi yang sangat penting untuk mengelola suatu bisnis. Dalam merencanakan dan melaksanakan strategi pemasaran sangat tergantung pada empat komponen dasar yang disebut dengan “Empat P”. Empat P merupakan bauran pemasaran (marketing mix) yang menunjukan gabungan strategi produk, penetapan harga, promosi dan distribusi yang digunakan untuk memasarkan produk.
Pemasaran yang dilakukan hanya di sekitar IPB saja dan ada dari luar IPB jika ingin membeli datang sendiri ke pengelolaan susu Fapet Eco-farm ini. Produk dari Eco-farm memiliki kemasannya bentuk dan ukuran yang minimalis, mudah dibawa kemana saja. Menurut narasumber, produk susu dari kambing perah memiliki manfaat yaiu berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit.
Penjualan langsung dilakukan di Outlet yang terletak di Fakultas peternakan dan home to home untuk wilayah BSD, Serpong, Bintaro, dan Bogor. Sedangkan untuk kegiatan reseller dilakukan di minimarket Agrimart IPB dan Agrifresh IPB, dan terkadang dilakukan oleh kewirausahaan mahasiswa seperti susu Mbok Darmi. Selain itu pula dengan cara maklon di Serambi Botani IPB.
Adapun harga-harga produk yang dihasilkan dari olahan susu perah sapi dan kambing, yaitu:
ü  Susu segar                   : Rp. 8000,- / liter
ü  Yogurt                         : Rp. 25000,-/ liter
ü  Puding                         : Rp. 3500,-/ cup kecil
ü  Susu pasteurisasi          : Rp. 3000,-/ cup 200 ml
ü  Yogurt batang kecil      : Rp. 1000,-/ buah

b.6. Pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia)
Hal penting dalam pengelolaan susu perah adalah sumber daya manusia. Pengolahan susu Eco-farm ini berada di bawah departemen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB. Unit usaha ini dipimpin oleh ketua lab yang bernama Prof. Dr. Ir. Toto Toharmat M.Ag.Se. Sementara itu ada manajer lapangan yaitu ibu Ina Kusminah, S.Pt. Adapun jumlah pekerjanya ada 3 orang, 1 orangnya dibayar Rp. 500.000-600.000,-/ bulan. Pekerja tersebut direkrut berasal dari sekitar IPB. Nama-nama pekerja tersebut yaitu bapak Ahmad sebagai tenaga kandang sapi perah, bapak Mulyadi sebagai tenaga kambing perah, dan ibu Nita sebagai tenaga pengolahan susu. Pegawai yang diterima mendapatkan pelatihan dan harus mau bekerja keras karena dalam pemeliharaan sapi perah memerlukan ketelatenan yang tinggi.

b.7. Pengelolaan Keuangan
Eco-Farm mengelola keuangannya masih sangat sederhana. Semua laporan akan diserahkan kepada kepala lab yaitu Prof. Dr. Ir. Toto Toharmat M.Ag.Se secara berkala. Pengelolaan susu Eco-farm ini ada 3 pegawai dan masing-masing dibayar Rp. 500.000-600.000,-/ bulan. Selain itu apabila ada kunjungan lapang atau praktikum di Eco-farm itu tidak dikenakan biaya hanya perlu surat untuk keperluan administrasi. Sedangkan untuk penelitian itu bayar dan pembayarannya langsung ke departemen. Bila ada kunjungan lapang dari luar IPB biasanya konfirmasi ke Fakultas Peternakan diizinkan atau tidak.

b.8. Informasi dan Teknologi
Teknologi yang digunakan dalam proses produksi adalah hasil introduksi dari Bagian Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan IPB. Teknologi yang diterapkan antara lain penerapan Good Manufacturing Practices dan SSOP dalam bentuk SOP dan instruksi kerja untuk setiap jenis produk. SOP dan instruksi kerja ini disusun bersama-sama antara Unit Pengolahan Susu dibawah koordinasi Bagian THT Fapet IPB dan PT D-Farm Agriprima sebagai operator produksi. Selain itu, produk susu fermentasi Fapet difermentasi dengan menggunakan kultur koleksi Bagian THT Fapet IPB. Kultur ini merupakan hasil penelitian yang diintroduksikan langsung dalam bentuk produk Yogurt Fapet. Kultur yang digunakan yaitu L. bulgaricus RRM01 dan S. thermophillus RRM01 sebagai kultur yogurt dan L. acidophilus RRM01 dan Bifidobacterium longum RRM01 sebagai kultur probiotik.

C.    Kesimpulan
Unit usaha Eco-farm adalah unit usaha yang memproduksi susu sapi perah dan kambing perah. Pada awalanya usaha ini bertujuan bukan untuk mencari keuntungan melainkan untuk edukasi. Usaha pegolahan ini berlokasi di jalan Kayu Manis Laboratorium Lapang A Fakultas Peternakan.  Dalam suatu usaha pasti ada permasalahan yang dihadapi, Eco-farm ini mempunyai beberapa masalah seperti cuaca, pemasaran saat bulan puasa dan libur mahasiswa menurun, dan masih menggunakan teknologi yang sederhana.
Ada beberapa pengelolaan yang dilakukan oleh unit usaha Eco-farm ini yaitu Pertama dalam pengelolaan produksi, Eco-Farm mulai dari pemerahan  sampai diolah menjadi berbagai macam produk susu dilakukan dengan menggunakan teknologi serta bahan yang sederhana. Kedua, pengelolaan pemasaran yang dilakukan melalui empat P (Product, Price, Promotion,  dan Place)  yang merupakan bauran pemasaran. Target utama pemasaran yaitu mahasiswa dan masyarakat yang berada di sekitar IPB. Ketiga, pengelolaan sumber daya manusia yang mempunyai 3 pegawai. Keempat, pengelolaan keuangan yang tidak hanya membahas pengeolahan keuangan saja tetapi juga membahas aspek perguliran sapi perah. Dan terakhir informasi dan teknologi yang dilakukan untuk menunjang pemasaran produk.  


DAFTAR PUSTAKA








DOKUMENTASI

 
1.1. Tempat pengolahan susu Fapet
 

 








 

0 komentar:

Posting Komentar