Sabtu, 06 Februari 2016

0

Contoh Business Plan "NASI KEPAL PRETTY RICE"

CENTRE OF MANAGEMENT BUSINESS PLAN
“MOVE ON AND SHOW YOUR ENTREPRENEUR POWER”



NASI KEPAL PRETTY RICE




 
 

DIUSULKAN OLEH:
INTAN PERMATASARI
GUSTINI SURYANINGSIH
DITHA FORTUNE
RAKHMANIA MARSARIFQI
UMI CHULSUM
SHINDY APRILIANINGSIH
DHEVANO ADDOTANZO SATRIABIMA
AULIA
MUHAMMAD NAJIEB HARITAMI
SAFIRA DWI TYAS PUTRI
HANIFA MASTHURA




INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015
 


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Berada di lingkungan kampus membuat kami tersadar banyak mahasiswa yang tidak memiliki waktu untuk sarapan. Mahasiswa yang sebagian besar nge-kost tidak memiliki dapur yang memadai untuk membuat sarapan sederhana di pagi hari. Mahasiswa yang berangkat dari rumah pun demikian karena harus mengejar waktu agar dapat tiba di kampus tepat waktu. Perkuliahan pagi memang tidak bisa dihindari namun memerhatikan kebutuhan tubuh adalah hal yang penting. Seperti diketahui sarapan memiliki peranan penting.
Sarapan pagi bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Membiasakan sarapan di pagi hari akan sedikit banyak memberikan dan juga membantu dalam hal kontribusi yang cukup besar untuk mensuplai nutrisi gizi bagi tubuh. Apalagi bagi otak kita manusia contoh salah satunya, sesudah tidur malam selama 8 sampai 10 jam. Sarapan memberi modal energi pada diri kita semuanya untuk beraktivitas sepanjang hari. Sebenarnya, selain memberi energi pada tubuh, sarapan juga memiliki manfaat lain yang tak kalah pentingnya. Beberapa manfaat dari sarapan yaitu memberikan asupan energi awal, mencegah timbulnya penyakit lambung (maagh), menurunkan risiko diabetes, membantu menyegarkan otak, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Berdasarkan kondisi tersebut berwirausaha di bidang kuliner, tepatnya untuk sarapan adalah pilihan yang baik. Melihat mobilitas mahasiswa yang tinggi, maka sarapan tersebut haruslah sesuatu yang praktis namun juga memenuhi kebutuhan tubuh. Produk yang memenuhi syarat tersebut adalah nasi kepal. Nasi kepal adalah nasi yang dapat dibentuk menjadi bentuk yang menarik dengan isi yang bervariasi. Untuk penambah rasa dan membuat produk terlihat menarik dapat menggunakan rumput laut. Produk ini dapat divariasikan dengan rasa abon, sosis, nugget, irisan daging ayam, telur, kornet, sayuran, dan variasi lainnya.
  
Tujuan

Tujuan dari usaha ini adalah:
  1. Mendapatkan keuntungan
  2. Menghasilkan produk sehat, lezat, dan murah yang memenuhi kebutuhan sarapan mahasiswa
  3. Meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa

Manfaat

Manfaat dari usaha ini adalah:
  1. mengembangkan kreativitas mahasiswa
  2. kebutuhan mahasiswa terpenuhi
  3. melatih kerja sama dan berwirausaha


ANALISIS SWOT



IFAS / EFAS


       



Strengths (S) :
  1. Bahan mudah didapatkan.
  2. Harga terjangkau.
  3. Produk yang dihasilkan higienis dan praktis.
  4. Memenuhi kebutuhan mahasiswa.
  5. Pembuatan mudah.
  6. Produk menarik.
Weaknesses (W) :
  1. Produk tidak tahan lama.
  2. Belum dikenal luas oleh calon konsumen.
  3. Kurangnya kesadaran mahasiswa untuk sarapan.
  4. Belum adanya mitra kerja.
Opportunities (O) :
  1. Sesuai dengan selera mahasiswa
  2. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya sarapan.
  3. Belum adanya produk serupa di lingkungan kampus.
  4. Berpotensi untuk dikembangkan
SO :
  1. Tidak sulit dalam berpromosi
  2. Menekankan aspek kebutuhan mahasiswa terpenuhi
  3. Produk yang menarik
OW :
  1. Menggaet mitra kerja
2.      Mempromosikan pentingnya sarapan

Threats (T) :
  1. Adanya pilihan jajanan lain yang lebih murah.
  2. Lingkup usaha masih belum stabil.
  3. Ketersediaan waktu untuk berjualan
ST :
  1. Menjaga kualitas produk
  2. Terus berinovasi

WT :
  1. Promosi melalui media sosial
  2. Menggaet mitra kerja yang bukan mahasiswa agar waktu fleksibel.
Tabel 1. Matriks analisis SWOT



BUDGETING

      1. BiayaTetap Produksi

Tabel Biaya Investasi

No
Keterangan
Satuan
Jumlah
HargaSatuan
Total Harga
Unit
Gerobak (booth)
Unit
1
Rp.1.500.000
Rp.1.500.000
2
Kulkas
Unit
1
Rp.1.000.000
Rp.1.000.000
3
Kompor
Unit
1
Rp.300.000
Rp.300.000
4
Tabung gas 3 Kg
Unit
1
Rp.150.000
Rp.150.000
5
Rice cooker
Unit
1
Rp.250.000
Rp.250.000
6
Wajan
Unit
1
Rp.90.000
Rp.90.000
7
Pisau
Unit
2
Rp.15.000
Rp.30.000
8
Serbet
Unit
2
Rp.5.000
Rp.10.000
9
Box pengangkut
Unit
2
Rp.120.000
Rp.240.000
10
Panci
Unit
1
Rp.90.000
Rp.90.000
11
Cetakan
Unit
3
Rp.5.000
Rp.15.000
Total Biaya Investasi
Rp.3.675.000
Biaya Penyusutan = 3,5% x Total Biaya Investasi
Rp.128.625

2. Biaya Produksi


No
Keterangan
Satuan
Jumlah
Satuan Harga
Total Harga
1
Beras
Kg
1
Rp.9.000
Rp.9.000
2
Ketan
Kg
0,2
Rp.15.000
Rp.3.000
3
Nori
Pak
1
Rp.15.000
Rp.15.000
4
Telur
Kg
½
Rp.24.000
Rp.12.000
5
Daging  Ayam
Kg
½
Rp.40.000
Rp.20.000
6
Daging Sapi
Kg
½
Rp.90.000
Rp.45.000
7
Garam
Gr
50
Rp.4.000
Rp.2.000
Total Biaya Produksi (Setiap Hari)
Rp.106.000
Tabel 2. Tabel biaya produksi

Biaya yang dibutuhkan :
                        = Biaya Investasi + Biaya Produksi setiap Hari
                        = Rp.3.675.000 + 106.000
                        = Rp. 3.781.000


 
        3. Biaya Operasional Setiap Bulan

No
Keterangan
Satuan
Jumlah
HargaSatuan
Total Harga
1
Transportasi
Bulan
1
Rp.40.000
Rp.40.000
2
Listrik
Bulan
1
Rp.20.000
Rp.20.000
3
Kebersihandan Air
Bulan
1
Rp.40.000
Rp.40.000
Total Biaya Operasional
Rp.100.000
Tabel 3. Tabel biaya operasional setiap bulan


Total Biaya Produksi dan Operasional (Bulan)
            = (Biaya Produksi Setiap Hari x 30) + (Biaya Operasional)
            = (Rp.106.000 x 30) + (Rp.100.000)
            = Rp.3.180.000 + Rp.100.000
            = Rp.3.280.000
Harga Pokok Produksi (per porsi)

=total biaya produksi / jumlah biaya yang diproduksi = Rp. 3.280.000 / 4000

= Rp.820

Total Omset (Bulan)
                        = Harga Produk x Jumlah Penjualan Produk x 30 Hari
                        = Rp.4000 x 150 x 30 Hari
                        = Rp.18.000.000 
Nett Profit (Bulan)
                        = Total Omset – Total Biaya Produksi dan Operasional
                        = Rp.18.000.000 – Rp.3.280.000
                        = Rp.14.720.000
Analisis titik impas adalah suatun analisa yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara beberapa variabel dalam proses produksi dengan pendapatan yang diterima perusahaan.

BEP     =total biaya produksi / harga jual= Rp. 3.280.000 / 4000

            =820 pcs*

(*) Asumsi Penjualan Nasi Kepal


Nilai Net B/C dari usaha ini menunjukan angka 5,487 artinya setiap 1 rupiah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan imbalan keuntungan sebesar 5,487



Net B/C =Total omset / total biaya produksi dan operasional = Rp. 18.000.000 / 3.280.000

            = Rp. 5,487


PENUTUP
           
Nasi Kepal  merupakan produk yang memiliki prospek cukup baik. Dengan biaya produksi dan operasi sebesar  Rp 3.280.000,- kami mendapat keuntungan (nett profit) sebesar Rp 14.720.000,- setiap bulan.
            Dilihat dari segi kualitas, Nasi Kepal ini memiliki kualitas yang tidak kalah dengan  menu sarapan pagi lainnya. Selain murah, Nasi Kepal ini memiliki nilai gizi yang tinggi karena dibuat dari bahan-bahan yang bergizi.Nasi Kepal layak untuk dikembangkan karena salah satu langkah dalam memudahkan masyarakat dalam mendapatkan menu sarapan pagi yang murah, sehat, dan praktis.



 

0 komentar:

Posting Komentar