Rabu, 20 Januari 2016

0

Laporan Kunjung Lapang MPO



LAPORAN MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI
PT YAKULT INDONESIA PERSADA

Disusun oleh:
Etha Noor Fajar Yuana                  H24140043
Ambar Setyowati                          H24140044
Intan Permatasari                          H24140045
Danang Wahyu N                          H24140046
Vina Yolanda                                H24140047

Dosen Kuliah : Lili Dahliani Dr Ir MM,Msi
Dosen Responsi         : Stevia Septiani S.E., M.Si









FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Yakult adalah minuman susu Fermentasi.  Penemu susu fermentasi ini adalah ahli mikrobiologi Jepang bernama Dr. Minoru Shirota. Beliau berasal dari Kyoto Imperial University-Jepang.  Pada Tahun 1921 Dr.Minoru Shirota  meneliti bakteri baik dan berguna yang kemudian dinamakan L.casei Shirota strain. Bakteri ini berhasil dikembangbiakan pada tahun 1930. Pengenalan bakteri ini dilakukan pada tahun 1935. Pusat penelitian susu fermentasi ini berada di Yakult Central Institut yang didirikan tahun 1967. Tiga ratus tenaga ahli melakukan penelitian tentang manfaat bakteri yang menguntungkan bagi manusia. Keunggulan Yakult antara lain: aman bagi manusia, tahan  asam lambung, bakteri tetap hidup sampai di usus kecil. Yakult terdiri dari 2 jenis yaitu Yakult Original dan Yakult Ace. Yakult Original mengandung lebih dari 6,5 milyar bakteri L.casei Shirota strain sedangkan Yakult Ace mengandung lebih dari 30 milyar L.casei Shirota strain ditambah dengan kalsium dan vitamin. Yakult Ace ini sangat dianjurkan bagi lansia dan orang-orang  yang sedang dalam kondisi kesehatan menurun. Yakult Ace langsung diimpor dari Malaysia serta hanya dijual di supermarket yang besar seperti Giant, Hypermart, dan Carefure.  PT Yakult menghasilkan produk dalam volume tinggi tetapi variasi rendah. Strategi proses yang dipilih adalah focus pada produk.
PT Yakult hanya memiliki satu jenis produk. Selain itu juga, peralatan yang digunakan memiliki fungsi yang khusus dan pesanan serta panduan kerja sedikit karena semua sudah terstandarisasi. Hal ini terbukti dengan adanya Standar Operasional Prosedur kerja bagi karyawan perusahaan. Dalam pembuatan Yakult, bahan baku yang digunakan adalah bakteri, susu bubuk, glukosa, dan air. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat botolnya adalah polysteren, dan tutupnya dibuat menggunakan aluminium foil. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti misalnya air didapatkan dari mata air gunung gede.  Penanganan persediaan bahan baku merupakan salah satu masalah bagi PT Yakult sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk penanganan agar tidak terjadi kelebihan serta kekurangan bahan baku.  Perusahaan harus dapat mengelola persediaan yang dimiliki sebaik mungkin sesuai dengan kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan. Untuk menjamin agar pengelolaan persediaan sesuai dengan kebijakan manajemen perusahaan, maka dibutuhkan suatu sistem yang mampu menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Sistem akuntansi persediaan bahan baku merupakan hal yang sangat penting untuk penanganan masalah ini.  PT Yakult menggunakan banyak mesin yang kompleks dalam proses pembuatannya sehingga membutuhkan dana investasi yang besar maupun biaya operasional. Untuk itu strategi dan kebijakan pemeliharaan diperlukan agar semua peralatan yang beroperasi di dalam sistem tidak mengalami kegagalan dalam pengoperasiannya. Upaya pengoptimalan pemeliharaan telah sering dilakukan, semuanya bertujuan untuk menjaga keandalan dan ketersediaan sistem. Oleh karena itu teknik pemeliharaan pada PT Yakult lebih banyak dikonsentrasikan pada pemeliharaan pencegahan untuk menghindari kerusakan yang lebih serius.
Berdasarkan uraian di atas, Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai praktik Manajemen Produksi dan Operasi yang ada di PT Yakult Indonesia Persada. Data yang kami dapat berdasarkan kunjungan dan informasi dari internet yang berkaitan dengan tema kami.

1.2  Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami akan membahas beberapa masalah, diantaranya :
1.      Bagaimana peramalan (forecasting) produksi PT Yakult Indonesia Persada?
2.      Bagaimana manajemen persediaan PT Yakult Indonesia Persada?
3.      Bagaimana perencanaan agregat dan material requirement planning PT Yakult Indonesia Persada?
4.      Penjadwalan jangka pendek seperti apakah yang digunakan PT Yakult Indonesia Persada?
5.      Bagaimana pengendalian proses produksinya?
6.      Bagaimana manajemen rantai pasokannya?


1.3  Tujuan
1.      Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Manajemen Produksi dan Operasi.
2.      Untuk mengetahui praktik Manajemen Produksi dan Operasi PT Yakult Indonesia Persada.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1.       Peramalan
a.                  Definisi peramalan
Untuk mengetahui atau melihat perkembangan dimasa yang akan datang, peramalan dibutuhkan untuk menentukan kapan suatu peristiwa akan terjadi atau kapan suatu kebutuhan akan timbul, sehingga dapat dipersiapkan kebijakan atau tindakan-tindakan yang perlu dilakukan.
Menurut John E. Bigel: “Peramalan adalah suatu perkiraan dari tingkat kebutuhan yang diharapkan terjadi pada suatu barang atau beberapa barang pada periode mendatang”. Menurut Sofyan Assauri: “Peramalan merupakan suatu kegiatan untuk memperkirakan apa yang terjadi pada masa yang akan datang”.
Peramalan diperlukan karena adanya perbedaan waktu antara kesadaran akan dibutuhkannya suatu kebijaksanaan baru dengan waktu pelaksanaan kebijaksanaan tersebut. Dari uraian diatas kita mendapat gambaran, bahwa peranan peramalan sangatlah penting.
Dengan adanya peramalan akan diperoleh suatau pendekatan terhadap kenyataan nyata, guna dipakai dalam mengambil suatu keputusan. Peramalan dapat digunakan untuk mengetahui secara pasti rencana produksi yang akan dilaksanakan, dapat dihindarkan terjadinya dan juga adanya kerja lembur yang berlebihan. Peramalan dapat dipergunakan untuk mengoptimalkan biaya produksi, karena kegiatan produksi selalu diusahakan seefisien dan seefektif mungkin.

b.             Peramalan Penjualan
Ramalan penjualan merupakan salah satu bahan informasi yang terpenting dalam menyusun rencana produksi, karena merupakan suatu titik permulaan dalam perencanaan produksi. Produksi yang berlebihan merupakan suatu pemborosan atau kerugiaan terhadap perusahaan sedangkan produksi yang dibawah permintaan pasar memberi kesempatan kepada pesaing untuk memasuki daerah penjulan perusahaan. Oleh sebab itu sebelum melakukan produksi kita harus mengetahui berapa jumlah produk yang akan tepat (tidak lebih atau kurang) agar perusahaan dapat berjalan secara optimal.

2.                  Manajemen Persediaan
Manajemen persediaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Penerapan manajemen persediaan mempengaruhi keberlangsungan proses produksi dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen. Menurut Mulyadi, 2001 dalam Sistem Akuntansi : Persediaan merupakan elemen aktiva yang tersimpan untuk dijual dalam kegiatan bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dijual.
Menurut Rangkuti, 2007 dalam Manajemen Persediaan : persediaan didefensikan sebagai suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu untuk memenuhi permintaan dari konsumen atau pelanggan setiap waktu.
Menurut Sri Mulyani, 2012 dalam Analisis Intern atas Persediaan Barang dagangan pada PT. Grokindo : Perusahaan harus dapat memperkirakan jumlah persediaan yang dimilikinya. Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan tidak boleh terlalu banyak dan tidak boleh terlalu sedikit, karena akan mempengaruhi biaya yang akan dikeluarkan untuk persediaan tersebut.
 Beberapa istilah yang biasanya dipakai dalam manajemen persediaan, antara lain :
1. Lead time adalah tenggang waktu antara pemesanan sampai barang
tiba di gudang.
2. Reorder point adalah batasan jumlah stock dimana pengambil keputusan harus memesan barang ke pemasok. Jumlah reorder point ditentukan berdasarkan jumlah permintaan dalam periode waktu tertentu dan lamanya lead time. Jika reorder point tidak terpenuhi, maka gudang akan kehabisan stock.
3. Average permintaan adalah jumlah permintaan rata-rata dalam kurun waktu tertentu.
4. Buffer stock adalah angka atau jumlah yang digunakan untuk mengantisipasi adanya perlonjakan permintaan. Idealnya jumlah minimum stock gudang adalah aveage permintaan ditambah buffer stock.
5. Uncertainty adalah keadaan ketidakpastian pasar yang disiasati dengan manajemen persediaan. Misalnya : jumlah barang dipemasok tidaak mencukupi jumlah permintaan barang di pasar.
6. Seasonal adalah keadaan permintaan barang menjadi tinggi dalam suatu kurun waktu tertentu.
7. Safety stock adalah persediaan pengaman apabila penggunaan persediaan melebihi perkiraan.

b. Jenis Persediaan
Jenis persediaan menurut tingkatannya dalam proses produksi, antara lain:
1. Persediaan barang jadi adalah persediaan yang tergantung pada permintaan pasar (independent demand inventory).
2. Persediaan barang setengah jadi dan bahan mentah adalah persediaan yang ditentukan oleh tuntutan proses produksi dan bukan pada keinginan pasar (dependent demand inventory).

c. Fungsi Persediaan
Fungsi utama persediaan yaitu sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi dan distribusi untuk memperoleh efisiensi. Fungsi lain persediaan yaitu sebagai stabilisator harga terhadap fluktuasi permintaan persediaan setengah jadi (work in process). Jika suatu produk tidak dapat berubah secara fisik tetapi dipindahkan dari suatu tempat penyimpanan ke tempat penyimpanan lain, persediaan disebut persediaan transportasi. Jumlah dari persediaan setengah jadi dan persediaan transportasi disebut persediaan pipeline.

d.  Faktor-faktor dalam Penerapan Manajemen Persedian
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan
manajemen persediaan antara lain :
1. Biaya
Ada beberapa unsur biaya yang perlu diperhatikan dalam manajemen persediaan, seperti yang ditulis oleh Freddy Rangkuti dalam buku Manajemen Persediaan:
a. Biaya penyimpanan (holding cost atau carrying cost) yaitu terdiri
b. Biaya pemesanan atau pembelian (ordering cost atau procurement
cost).
c. Biaya penyiapan (manufacturing) atau set-up cost.
d. Biaya kehabisan atau kekurangan bahan (shortage costs)

3.                  Perencanaan Agregat
Perencanaan agregat adalah penghubung antara perencanaan harian atau penjadwalan dengan perencanaan jangka panjang. Untuk menyusun rencana agregat, pertama-tama harus di temu-kenali arti penting dari pengukuran output. Pengukuran dapat dilakukan dengan mudah bila produksi menghasilkan hanya satu jenis produk, hal ini disebabkan karena output dihitung langsung dalam jumlah unit yang dihasilkan. Tetapi rata-rata perusahaan menghasilkan beberapa macam jenis produk sehingga perhitungan output menjadi hal yang tidak mudah. Dalam lingkungan industri, pertimbangan perencanaan agregat mencakup persediaan, penjadwalan, kapasitas, dan sumber daya (Hendra Kusuma, 2004:60).
Menurut Mohamad Syamsul Ma’arif dan Hendri Tanjung (2006:412) perencanaan agregat memiliki karakteristik horizon waktu sekitar 12 bulan, dengan memperbarui rencana secara berkala. Tingkat agregate demand terdiri dari satu atau beberapa produk. Permintaan diasumsikan berfluktuasi, tidak pasti, atau musiman. Terdapat kemungkinan berubahnya variabel supply dan demand. Variasi sasaran manajemen yang mungkin adalah inventory yang rendah, biaya yang rendah, hubungan pekerja yang baik, pelayanan pelanggan yang baik, dan keluwesan untuk meningkatkan output mendatang. Dalam perencanaan agregat, fasilitas dianggap tetap dan tidak dapat diperluas.
Dengan definisi luas tersebut, maka tugas dan tanggung jawab perencanaan dipikul oleh 3 pihak pada umumnya. Pihak pertama adalah eksekutif puncak yang bertugas dan bertanggung jawab dalam perencanaan jangka panjang. Biasanya, jangka waktu lebih dari satu tahun ke depan. Perencanaan yang dilakukan eksekutif puncak meliputi rencana produk baru, rencana modal, dan rencana fasilitas.Pihak kedua adalah manajer operasi yang bertugas dan bertanggung jawab dalam perencanaan jangka menengah. Biasabya, jangka waktunya adalah 3 sampai dengan 18 bulan. Perencanaan yang dilakukan manajer operasi meliputi rencana penjualan, rencana produksi dan budget,menetapkan tenaga kerja, sediaan serta analisis rencana operasi. Pihak ketiga adalah supervisor atau foreman yang bertugas dan bertanggung jawab dalam perencanaan jangka pendek. Biasanya, jangka waktunya adalah 0 sampai 3 bulan ke depan. Perencanaan yang dilakukan supervisor atau foreman meliputi penugasan, pesanan, penjadwalan, dan pengiriman.

Tujuan Perencanaan Agregat

 Perencanaan agregat bertujuan untuk meminimumkan biaya dengan melakukan penyesuaian terhadap perencanaan di tingkat produksi, tingkat tenaga kerja, dan tingkat persediaan, serta beberapa variabel lain yang dapat dikendalikan.

Kombinasi optimal tersebut dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut (Maria dkk, 2011:156):

a. Pengumpulan (Aggregation):

  1. Berfokus pada general course of action.
  2. Konsisten dengan tujuan strategik dan tujuanumumperusahaan.
  3. Rencana produksi dan staffing dikelompokan menurutpengelompokan besar, produk-produk yang sejenis, jasa-jasa, unit tenaga kerja maupun unit waktu.

b. Kelompok Produk (Product families):

Perusahaan dapat mengelompokkan produk/jasa ke dalam kelompok-kelompok besar, dengan tujuan menghindari detail yang terlalu banyak pada tahap-tahap proses perencanaan.

c. Tenaga kerja (Labor)

Perusahaan dapat mengelompokkan tenaga kerja melalui beberapa cara (tergantung dari fleksibilitas tenaga kerja).
d. Waktu (Time)
Waktu perencanaan: jangka menengah, yaitu antara 3 bulan sampai dengan 18 bulan. Biasanya perencanaan ini dilakukan secara bulanan atau triwulanan.

4.      Penjadwalan Jangka Pendek
Definisi Penjadwalan
Pejadwalan produksi memiliki berbagai definisi, antara lain sebagai berikut:
1. Menurut Morton dan Pentico (1993) penjadwalan yaitu proses pengorganisasian, pemilihan, dan pemberian waktu dalam penggunaan sumber daya untuk melaksanakan aktivitas yang diperlukan dalam menghasilkan output yang diinginkan, dengan memenuhi waktu yang ditetapkan dan kendala-kendala hubungan antara waktu dan aktivitas.
2. Menurut Conway (1967) penjadwalan merupakan proses pengurutan pembuatan produk secara menyeluruh pada sejumlah mesin tertentu dan pengurutan didevinisikan sebagai proses pembuatan produk pada suatu mesin tertentu.
3. Menurut Baker (1974) penjadwalan yaitu proses pengalokasian sumbersumber untuk memilih sekumpulan tugas dalam jangka waktu tertentu. Definisi yang diberikan Baker (1974) mengandung dua arti, yaitu:
a. Penjadwalan merupakan fungsi pengambilan keputusan yaitu menentukan jadwal (nilai praktis).
b. Penjadwalan merupakan suatu teori, yaitu sekumpulan prinsip-prinsip dasar, model-model, teknik-teknik, dan kesimpulan-kesimpulan logis dalam proses pengambilan keputusan yang memberikan pengertian dalam fungsi penjadwalan (nilai konseptual).

Keputusan yang dibuat dalam penjadwalan meliputi:
a. Pengurutan pekerjaan (sequencing)
b. Waktu mulai dan selesai pekerjaan (timing)
c. Urutan proses suatu pekerjaan (routing)
Persoalan penjadwalan timbul apabila beberapa pekerjaan akan dikerjakan secara bersamaan, sedangkan sumber yang dimiliki terbatas. Input dari suatu penjadwalan mencakup jenis dan banyaknya part yang akan dioperasi, urutan ketergantungan antar operasi, waktu proses untuk masing-masing operasi, serta fasilitas yang dibutuhkan oleh setiap operasi. Sedangkan output dari penjadawalan meliputi dispatch list, yaitu daftar yang menyatakan urutan pemrosesan part serta waktu mulai dan selesai dari pemrosesan part.

Tujuan Penjadwalan
Tujuan penjadwalan, adalah sebagai berikut:
1. Menurut Baker (1974), tujuan penjadawalan umumnya adalah sebagai berikut:
-          Meningkatkan produktifitas mesin, yaitu dengan mengurangi waktu mesin menganggur.
-          Mengurangi persediaan barang setengah jadi dengan jalan mengurangi jumlah rata-rata pekerjaan yang menunggu dalam antrian suatu mesin  karena mesin tersebut sibuk.
-          Mengurangi keterlambatan suatu pekerjaan. Setiap pekerjaan mempunyai batas waktu (due date) penyelesaian, jika pekerjaan tersebut diselesaikan melewati batas waktu yang ditentukan maka pekerjaan tersebut dinyatakan terlambat. Dengan metoda penjadwalan maka keterlambatan ini dapat dikurangi, baik waktu maupun frekuensi.
2. Menurut Narasimhan (1985), penjadwalan yang baik seharusnya simpel, mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan oleh pihak manajemen dan oleh siapapun yang menggunakannya. Aturan-aturan penjadwalan seharusnya cukup kuat tetapi mempunyai tujuan yang realistis sehingga cukup flexibel untuk memecahkan masalah yang tidak terprediksi sebelumnya dan membolehkan satu perencanaan ulang.

Element penjadwalan
Penjadwalan mempunyai element-element penting yang harus diperhatikan seperti
job, operasi, mesin, serta hubungan yang terjadi diantaranya:



Output dan Input Sistem Penjadwalan

Output Sistem Penjadwalan
Untuk memastikan bahwa suatu aliran kerja yang lancar melalui tahapan produksi, maka sistem penjadwalan harus membentuk aktivitas-aktivitas output sebagai berikut:
a. Pembebanan (loading), Pembebanan melibatkan penyesuaian kebutuhan kapasitas untuk order-order yang diterima atau diperkirakan dengan kapasitas yang tersedia. Pembebanan dilakukan dengan menugaskan order-order pada fasilitas-fasilitas, operator-operator, dan peralatan tertentu.
b. Pengurutan (sequencing)
Pengurutan ini merupakan penugasan tentang order-order mana yang diprioritaskan untuk diproses dahulu bila suatu fasilitas harus memproses banyak job.
c. Prioritas Job (dispatching)
Prioritas job merupakan prioritas kerja tentang job-job mana yang diseleksi dan diprioritaskan untuk diproses.
d. Pengendalian kinerja penjadwaan, dilakukan dengan:
-Meninjau kembali status order-order pada saat melalui sistem tertentu.
-Mengatur kembali urutan-urutan.
e. Up-dating Jadwal, dilakukan sebagai refleksi kondisi operasi yang terjadi dengan merevisi prioritas-prioritas.

Input Sistem Penjadwalan
Pekerjaan-pekerjaan yang berupa alokasi kapasitas untuk order-order, penugasan prioritas job, dan pengendalian jadwal produksi membutuhkan informasi terperinci, dalam informasi-informasi tersebut akan menyatakan input dari sistem penjadwalan.
Pada bagian ini, kita harus menentukan kebutuhan-kebutuhan kapasitas dari order-order yang dijadwalkan dalam hal macam dan jumlah sumber daya yang digunakan. Untuk produk-produk tertentu, informasi ini diperoleh dari lembar kerja operasi (berisi ketrampilan dan peralatan yang dibutuhkan, waktu standar,dll) dan BOM (berisi kebutuhan-kebutuhan akan komponen, sub komponen, dan bahan pendukung). Kualitas dari keputusan-keputusan penjadwalan sangat dipengaruhi oleh ketepatan estimasi input-input diatas.

Metode Yang Digunakan
Pengolahan data yang dilakukan pada Bab 4 menggunakan aturan prioritas (priority dispathing rules) dengan menggunakan 5 (lima) metode yaitu:
1. Shortest Processing Time (SPT)
2. Longest Processing Time (LPT)
3. Earliest Due Date (EDD)
4. Earliest Due Date With Hodgson Algoritm
5. Weight Shortest Processing Time (WSPT)

1.Shortest Processing Time (SPT)
Pada pekerjaan yang mempunyai batas waktu, penjadwalan ditujukan untuk meminimalkan rata-rata keterlambatan yang mungkin terjadi. Aturan ini dapat meminimalkan rata-rata kelambatan.
angkah penjadwalan dengan pendekatan SPT, adalah:
- Urutkan pekerjaan berdasarkan waktu proses terkecil
- Hitung waktu penyelesaian pekerjaan tersebut (completion time), yaitu total proses sebelum pekerjaan ditambah dengan waktu proses pekerjaan itu sendiri.
- Hitung kelambatan masing-masing pekerjaan.
- Hitung rata-rata kelambatan.

2.Longest Processing Time (LPT)
Proses pengerjaan job pada Longest Processing Time, adalah tugas-tugas yang mempunyai waktu proses terpanjang dipilih terlebih dahulu. Adapun langkah penjadwalannya adalah:
- Urutkan n pekerjaan berdasarkan waktu proses terpanjang.
- Buat penjadwalan sesuai hasil LPT, berurutan pada masing-masing mesin.
- Sesudah selesai dijadwalkan, bentuk penjadwalan akhir pada masingmasing prosesor dengan aturan SPT.
3. Earliest Due Date (EDD)
Proses pengerjaan job pada Earliest Due Date, dilakukan dengan mengerjakan job dengan due date yang paling awal (kecil) dijadwalkan pada urutan yang pertama.
Adapun langkah penjadwalannya adalah:
- Urutkan pekerjaan berdasarkan EDD (Earliest Due Date) atau batas waktu
terawal/pendek.
- Terapkan hasil EDD pada masing-masing prosesor secara berurutan.

4. Earliest Due Date With Hodgson Algoritm
Aturan Algoritma Hodgson membantu untuk mencari jumlah minimal pekerjaan yang terlambat pada operasi dengan satu prosesor.
Prosedurnya: (Algoritma Hodgson)
- Bertujuan untuk mengurangi jumlah job yang terlambat.
Tahap I : Urutkan job berdasarkan EDD, nyatakan sebagai set job E.
Tahap II : Jika tidak ada job yang terlambat pada E, penjadwalan tersebut sudah optimal, jika tidak, job yang pertama terlambat, nyatakan sebagai job ke k.
Tahap III : Pilih job yang memiliki processing time yang terpanjang diantara k job dan pindahkan job tersebut ke set T, sesuaikan waktu penyelesaian untuk semua job, kembali ke tahap II.

5. Weight Shortest Processing Time (WSPT)
- Bertujuan untuk meminimalkan rata-rata kelambatan pada satu prosessor.
- Pendekatan WSPT digunakan karena mungkin saja terjadi masing-masing pekerjaan mempunyai arti penting yang berbeda. (misalnya dengan nilai penalti yang berbeda), sehingga digunakan pembobotan pada masing-masing pekerjaan untuk membantu penjadwalannya.
- Langkah penjadwalan dengan pendekatan WSPT:
1. Beri bobot pada masing-masing pekerjaan
2. Hitung nilai
3. Urutkan pekerjaan berdasarkan nilai no.2 mulai dari yang terkecil ke nilai
terbesar.
4. Hitung waktu alir rata-rata pembobotan.

5.Pemeliharaan (Maintenance)
Definisi Pemeliharaan
Pemeliharaan mesin merupakan hal yang sering dipermasalahkan antara bagian pemeliharaan dan bagian produksi. karena bagian pemeliharaan dianggap yang memboroskan biaya, sedang bagian produksi merasa yang merusakkan tetapi juga yang membuat uang (Soemarno, 2008).
 Pada umumnya sebuah produk yang dihasilkan oleh manusia, tidak ada yang tidak mungkin rusak, tetapi usia penggunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan yang dikenal dengan pemeliharaan (Corder, Antony, K. Hadi, 1992). Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kegiatan pemeliharaan yang meliputi kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin yang digunakan dalam proses produksi.
Menurut Jay Heizer dan Barry Render, (2001) dalam bukunya “operations Management” pemeliharaan adalah : “all activities involved in keeping a system’s equipment in working order”. Artinya: pemeliharaan adalah segala kegiatan yang di dalamnya adalah untuk menjaga sistem peralatan agar bekerja dengan baik.

Tujuan Pemeliharaan
Sedangkan Menurut Sofyan Assauri, 2004, tujuan pemeliharaan yaitu :
1) Kemampuan produksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi,
2) Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidak terganggu,
3) Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang di luar batas dan menjaga modal yang di investasikan tersebut,
4) Untuk mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan kegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien,
5) Menghindari kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja.

Fungsi Pemeliharaan
Menurut pendapat Agus Ahyari, (2002) fungsi pemeliharaan adalah agar dapat memperpanjang umur ekonomis dari mesin dan peralatan produksi yang ada serta mengusahakan agar mesin dan peralatan produksi tersebut selalu dalam keadaan optimal dan siap pakai untuk pelaksanaan proses produksi.
Keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh dengan adanya pemeliharaan yang baik terhadap mesin, adalah sebagai berikut :
1) Mesin dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat dipergunakan dalam jangka waktu panjang,
2) Pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berjalan dengan lancar,
3) Dapat menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinan kerusakan-kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama proses produksi berjalan,
4) Peralatan produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan pengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula,
5) Dapat dihindarkannya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi yang digunakan,
6) Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan baku dapat berjalan normal,
7) Dengan adanya kelancaran penggunaan mesin dan peralatan produksi dalam perusahaan, maka pembebanan mesin dan peralatan produksi yang ada semakin baik.

Jenis-jenis Pemeliharaan
Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan Pekerjaan pemeliharaan dikategorikan dalam dua cara (Corder, Antony, K. Hadi, 1992), yaitu :
1. Pemeliharaan terencana (planned maintenance)
2. Pemeliharaan tak terencana (unplanned maintenance)

6. Manajemen rantai pasokan
Rantai Pasok adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh perusahaan secara terintegrasi untuk meningkatkan efesiensinya melalui mata rantai supplier yang terkait, mulai dari supplier awal (raw material supplier) hingga pelanggan akhir (end customer). Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang lebih baik dalam setiap kaitan rantai perusahaan, yang terlibat dalam penciptaan produk (Sobarsa, 2009: p.110).
Menurut Pujawan (2005) Rantai Pasok adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau retailer, serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik. Pada suatu supply chain biasanya ada 3 macam aliran yang harus dikelola. Pertama adalah aliran barang yang mengalir dari hulu (upstream) ke hilir (downstream­).  















BAB III
PEMBAHASAN

Kunjungan:
Hari, tanggal   : Selasa, 22 Desember 2015
Pabrik              : PT Yakult
Lokasi             : Kawasan Industri Indolakto Desa Pasawahan, Cicurug Sukabumi,   
                          Jawa Barat

3.1 Peramalan
METODOLOGI
Menurut (Yong Wang, 2011) Trend adalah rata-rata perubahan (biasanya tiap tahun) dalam jangka panjang. Trend musiman adalah rata-rata perubahan tiap musim dalam jangka panjang. Dalam metode trend musiman diperlukan langkah-langkah antara lain yaitu:

3.1.1 Membuat tabel rata-rata bergerak
Menurut ( Pangestu Subagyo, 1986) dalam metode rata-rata bergerak ini, mula-mula dicari rata-rata bergerak dari data historis dan setelah itu kita tentukan indeks musimannya.Prosedur perhitungannya sebagai berikut.
a.       Susunlah data historis yang ada ke dalam tabel pada kolom 1 menyatakan tahun, kolom 2 menyatakan periode musiman (kuartalan), kolom 3 menyatakan data yang ada;
b. Hitunglah jumlah bergerak selama satu tahun dan letakkan hasilnya pada kolom 4 pada pertengahan data;
c. Hitunglah rata-rata bergerak dengan membagi pada kolom 4 dengan 4 dan meletakkan hasilnya pada kolom 5;
d. Hitunglah rata-rata bergerak pusat dengan menjumlahkan 2 periode pada kolom 5 kemudian dibagi2, letakkan hasilnya pada kolom 6 pada pertengahan 2 periode;
e. Hitung indeks musiman dengan membagi data asli dengan rata-rata bergerak pusatnya, letakkan hasilnya pada kolom 7;
f. Indeks musiman tersebut kita susun pada tabel indeks di bagi menurut tahun dan periode musiman yang dikehendaki;
g. Kita lihat satu persatu menurut musim pada tahun tersebut lalu jumlahkan menurut musimnya;
h. Kita cari rata-rata tiap musimnya,setelah itu jumlahkan rata-rata tiap musimnya tersebut;
i. Indeks setiap triwulan (kuartalan) dapat dihitung dengan rumus

3.1.2 Membuat tabel Deseasonalizing
Prosedur pembuatan tabel deseasonalizing adalah sebagai berikut (Pangestu Subagyo, 1986).
1. Susunlah data historis yang ada ke dalam tabel pada kolom 2 menyatakan periode musiman (kuartalan), kolom 3 menyatakan data yang ada, kolom 4 menyatakan indeks setiap musim;
2. Hitung deseasonalizing (y) dengan cara membagi data yang ada dengan indeks musimnya, letakkan hasilnya pada kolom 5,
3. Nyatakan kolom 6 urutan musim tiap tahun (t),
4. Kalikan t dan y, letakkan hasilnya pada kolom 7,
5. Kuadratkan t, letakkan hasilnya pada kolom 8.

3.1.3 Model Trend Musiman
Model Trend musiman merupakan pola yang berulang-ulang dalam selang waktu yang tetap dan umumnya tidak lebih dari satu tahun. Apabila dalam data hanya terdapat pola musiman, adanya faktor musim dapat dilihat dari grafik fungsi autokorelasinya atau dari perbedaan lag autokorelasinya. Namun, jika data tidak hanya dipengaruhi pola musiman, tetapi juga dipengaruhi pola trend, maka pola musiman tidak mudah untuk diidentifikasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Data Jumlah Yakult yang Tahun 2010 - April 2013 (Tiap Kuartal).
Tabel 1. Tabel penjualan produksi yakult
Tahun
Kuartal
Yakult yang Terjual
2010
Kuartal 1
6.750

Kuartal 2
7.200

Kuartal 3
7.650

Kuartal 4
8.100
2011
Kuartal 1
7.650

Kuartal 2
8.100

Kuartal 3
8.550

Kuartal 4
9.000
2012
Kuartal 1
8.100

Kuartal 2
9.000

Kuartal 3
11.250

Kuartal 4
11.700
2013
Kuartal 1
8.600




Peramalan Penjualan Produksi yakult
Berdasarkan langkah pada subbab 2.1, subbab 2.2, dan subbab 3 maka hasil perhitungan dari motede trend musiman dapat disajikan sebagai berikut. Peramalan penjualan produksi roti bolu menggunakan metode trend musiman. Hasil peramalan model trend musiman yakult Σy= 111.528,96, Σty= 830.446,19 Σt= 91, Σ t2= 819, diperoleh ̂= 8.387+27.315t sehingga diperoleh model ramalan yakult untuk satu bulan ̂ = 8.387+27.315t dikali (Mt yakult)/3.

3.2 Manajemen Persediaan
PT Yakult menghasilkan produk dalam volume tinggi tetapi variasi rendah. Strategi proses yang dipilih adalah focus pada produk. PT Yakult hanya memiliki satu jenis produk. Selain itu juga, peralatan yang digunakan memiliki fungsi yang khusus dan pesanan serta panduan kerja sedikit karena semua sudah terstandarisasi. Hal ini terbukti dengan adanya Standar Operasional Prosedur kerja bagi karyawan perusahaan.
            Dalam pembuatan Yakult, bahan baku yang digunakan adalah bakteri, susu bubuk, glukosa, dan air. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat botolnya adalah polysteren, dan tutupnya dibuat menggunakan aluminium foil. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti misalnya air didapatkan dari mata air gunung gede. Untuk menghasilkan Yakult, perusahaan melakukan beberapa tahap proses produksi :
1. Pembibitan : proses pembibitan ini dilakukan secara manual. Saat pembibitan, susu bubuk disteril sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Kemudian suhunya didinginkan dan dimasukkan ke tempat penampungan besar dan didiamkan selama satu hari.
2. Fermentasi : pada tahap ini gula mengalami proses HTST (High Temper Short Time), dan susu mengalami proses UHT ( Ultra High Temper). Waktu penampungan saat fermentasi adalah tujuh hari.
3. Pencampuran gula dan air : pada tahap ini, gua dan air di mix menjadi satu. Media yang digunakan adalah mesin yang berfungsi mengaduk gula pasir dan air sampai membentuk gumpalan-gumpalan halus. Hasil dari tahap ini adalah yakult konsentrat, kemudian dimasukkan ke blending pump dan ditambahkan air dan hasil akhirnya adalah yakult.
4. Proses pencetakan botol menggunakan 15 mesin. Setiap mesin menghasilkan 18 botol, sehingga dalam satu jam dapat menghasilkan 11.000 botol.
5. Penyimpanan botol dilakukan dengan filter udara.
6. Pada tahap terakhir ini menggunakan banyak sekali mesin, diantaranya adalah selector mesin dan mesin printing. Semua botol akan diisi yakult dan ditutup dan kemudian diseleksi.
7. Pengemasan : terdiri dari proses packing, repacking, dan mesin akan menyusun produk akhir.
            PT Yakult juga menggunakan strategi tata letak sel kerja, dimana mengorganisasikan ulang tenaga kerjanya dan mesin yang biasanya tersebar pada departemen beragam sehingga dapat memusatkan perhatian dalam membuat suatu produk yang saling berkaitan. PT Yakult memproduksi suatu produk yang mempunyai karakteristik sama dan memungkinkan untuk diproses dalam sel kerja tertentu.
            Perencanaan kapasitas PT Yakult mempertimbangkan empat hal, yaitu peramalan permintaan secara akurat, adanya perubahan teknologi dan peningkatan kapasitas, tingkat operasi yang optimal, dan adanya perubahan-perubahan lain. PT Yakult memiliki kapasitas yaitu sekitar 3.300.000 botol/ hari. Namun produksi yang dilakukan setiap harinya dapat berubah sesuai dengan permintaan yang ada.

3.3 Perencanaan Agregat dan Material Requirement Planning
Perencanaan agrerat adalah perencanaan kapasitas jumlah dan waktu produksi dalam jangka menengah yaitu dua sampai dua belas bulan.
3.3.1 Input perencanaan agrerat PT. Yakult
Sumber Daya
Sumber daya manusia yang di kelola PT yakult sebagai tenaga kerja merupakan tenaga kerja yang diperoleh dari proses rekruitmen dengan syarat tertentu sesuai dengan bagian. Jenjang pendidikan untuk tenaga kerja adalah lulusan SMA. Bagian terdiri dari bagian produksi dan bagian kantor. Peneriamaan tenaga kerja melalui tahap rekrutmen kemudian di lakukan training selama tiga bulan untuk menjadi tenaga kerja tetap. Tenaga kerja yang memiliki usia diatas 56 tahun akan dipensiunkan dengan mendapat dana pensiun sesuai kebijakan pemerintah. Proses pemberhentian tenaga kerja dalam bentuk apapun mengikuti kebijakan pemerintah.
Sedangkan fasilitas pabrik PT. Yakukt memiliki sistem sendiri untuk menjalankan sebuah mesin yaitu dengan memanfaatkan sebuah perangkat yang dapat mengakses mesin agar mesin tersebut dapat bekerja dengan baik dan teratur. Perangkat itu adalah Programmable Logic Controller. Selain itu, PT Yakult telah menjadwalkan perbaikan setiap mesin pada saat awal pembeliannya, yaitu sekitar enam bulan sekali dan juga adanya perencanaan pergantian mesin secara berkala. PT. Yakult juga memiliki Ruang kendali mutu Mikrobiologi. Di ruangan ini mikrobiologi diuji sesuai dengan standar Yakult.
Apabila semua pengecekan kualitas mutu telah sesuai dengan standar yang di inginkan, maka produk Yakult siap dipasarkan.
a)      Peramalan Permintaan
Peramalan permintaan dengan melakukan survey langsung kepada pasar oleh bagian penjualanan untuk mengetahui berapa jumlah permintaan yang akan terjadi. Produksi dilakukan sesuai dengan permintaan. Produk dipasarkan menggunakan penjualan langsung dan yakult lady.
b)      Kebijakan
Sistem kerja yang dilakukan menggunakan shift kerja dengan dua shif masing masing memiliki delapan jam kerja. Gaji yang diberikan untuk karyawan bagian produksi mengikuti UMR Sukabumi.
c)      Biaya – Biaya
Biaya biaya muncul dari kegiatan produksi, oprasi, distribusi, dan seluruh kegiatan dalam menciptakan produk hingga sampai ke tangan pengguna akhir.

3.3.2 Output perencanaan agrerat
a.       Biaya total perencanaan
b.      Tingkat perencanaan yang diperkirakan. Kegiatan produksi dilakukan sesuain dengan peramalan penjualan yang dilakukan.

1.      Strategi Perencanaan Agregat
PT. Yakult menggunakan kombinasi strategi pilihan kapasitas dan campuran. Ketika permitaan terhadap Yakult meningkat biasanya terjadi pada musim kemarau dan hari raya lebaran makan PT. Yakult meningkatkan produksinya. Ketika permintaan sedang turun maka PT. Yakult mengurangi tingkat produksinya. Produksi dilakukan sesuai dengan permalan permintaan. Untuk menghindari kelebihan ataupun kekurangan produk. Tenaga kerja tetap karena produksi dilakukan oleh mesin sehingga tidak mempengaruhi jumlah tenaga kerja ketika terjadi perubahan permintaan. Setiap produk yakult hanya memiliki waktu 40 hari untuk dapat dikonsumsi. Apabila suatu produk telah mendekati waktu kadaluarsa maka produk akan di oper ke pasar lain yang memiliki jumlah permintaan yang lebih besar.

2.      Bill Of Material 3.4 Penjadwalan Jangka Pendek

Penjadwalan jangka pendek menyatakan waktu penggunaan dari mesin, peralatan, fasilitas, dan aktivitas SDM. Penjadwalan yang efektif melakukan penghematan biaya, peningkatan produktivitas, dan peningkatan keunggulan bersaing.
1.      Teknik Penjadwalan
Penjadwalan maju
Penjadwalan maju dari PT Yakult diawali ketika permintaan diketahui. Untuk mengetahui permintaan produk dilakukan survey permintaan di seluruh tempat penjualan yakult baik dengan penjualan langung ataupun yakult lady, setelah diketahui jumlah permintaan produk  dirancang untuk menghasilkan produk dengan jumlah dan waktu yang telah diramalkan. Setelah di produksi yakult dipasarkan dengang penjualan langsung dan yakult lady. Yakult harus tetap pada suhu rendah agar bakteri yakult tetap hidup, oleh karena itu yakult di distribusikan menggunakan mesin pendingin hingga sampai ke tangan pengguna akhir dan siap di konsumsi.

Penjadwalan mundur
Penjadwalan dimulai dari operasi yang terakhir dilakukan yanitu pemasaran hingga ketangan konsumen, lalu mundur ke bagian produksi, dan peramalan permintaan.

2.      Untuk membuat Yakut ada beberapa tahap yang harus dilewati. Berikut adalah proses pembuatan Yakult berdasarkan urutan ruangnnya:
-          Ruang pembibitan
Proses pembibitan ini dilakukann secara manual. Saat pembibitan susu bubuk disteril sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Kemudian suhunya didinginkan dan dimasukkan ke tempat penampungan  besar dan didiamkan selama satu hari (fermentasi). Selama proses fermentasi  gula mengalami proses HTST (High Temperature Short Time), dan susu mengalami proses UHT (Ultra High Temperature). Waktu penampungan saat fermentasi ialah tujuh hari dengan suhu 37oC.

-          Ruang pelarutan
Diruang ini susu bubuk skim dan glukosa di larutkan dan di strerilkan kemudian di kirim ketangki Kultur.

-          Ruang pengkulturan  bakteri
Di tangki ini bibit L.Casei Shirota Strain dikulturkan untuk mendapatkan jumlah bakteri yang ditentukan dan merupakan ciri khas dari Yakult yaitu sekitar 6,5 Miliyar. Satu tangki di ruangan ini mampu menampung sekitar 1800 Liter. Tangki ini terlebih dahulu disterilkan dan kemudian di masukkan Susu bubuk + glukosa + bibit yang sudah difermentasi tadi. Kemudian tangki ini difermentasi lagi selama 1 minggu dengan suhu tangki sekitar 37oC. Tujuannya adalah untuk mendapatkan asam Yakult (asam laktat).Hasil fermentasi ini akan berupa susu gumpalan oleh karena itu harus dihaluskan terlebih dahulu dengan ditambahkan sirup dan sukrosa + air.

-          Ruang pencampuran
Di ruang ini  terdapat tangki dengan kapasitas 32.00 Liter. Tangki ini digunakan untuk menyatukan/mencampur semua bahan yang diatas tadi seperti  kultur bakteri L.casei + susu bubuk + glukosa + sirup dan larutan steril sehingga menjadi Yakult  konsetrat. Seperti yang telah dijelaskan, hasil pencampuran ini menghasilkan susu yang menggumpal oleh karena itu di tank ini hasil pencampuran tadi akan ditambahkan air agar menjadi cair.

-          Mesin pembuat botol
Untuk menjaga kehigienitasnya, maka proses pembuatan botol dilakukan sendiri oleh Yakult Indonesia. Mesin pencetak botol ini mampu mencetak 1100 botol/jam dengan menggunakan bahan baku Polistirena resin berkualitas tinggi. Pembuatan ini menggunakan sistem Injection Blowmoulding. Setelah jadi botol ini akan dikirim ke tempat penampungan botol dengan menggunakan angin yang telah disterilkan.

-          Tangki penampung botol
Tangki berbahan stenlis steel ini memiliki kapasitas 555.000 botol. Tangki ini berhubungan dengan mesin penangkap botol.

-          Mesin penangkap botol
Mesin ini berfungsi untuk mendirikan botol-botol yang berjalan diatas konveier. Selain itu di mesin ini botol-botol yang telah di produksi tadi dibersihkan dari debu yang menempel.

-          Pembotolan
Selanjutnya minuman Yakult sudah siap diisi ke dalam botol. Di botol tersebut juga dicetak semua informasi yang ada seperti kandungan nutrisi, tanggal kadaluwarsa, dll. Botol Yakult di tutup degan sistem hampa udara menggunakan aluminium foil. Semua proses ini dilakukan secara otomatis. Dalam sekali produksi, mesin ini mampu menghasilkan 45.000 botol.

-          Mesin pengemasan
Mesin ini mengemas 5 botol Yakult menjadi 1 pack multi dan selanjutnya di pack 10 pack multi sehingga satu kemasan berisi 50 botol. Ada 2 jenis warna kemasan Yakult. Biru untuk sistem distribusi Yakult Lady yaitu dari rumah ke rumah, sedangkan yang Putih untuk sistem direct sales seperti penjualan ke toko atau swalayan.

-          Mesin pembawa Pallet
Mesin ini membawa pallet kosong dari ruang pembersihan palet ke ruang packing. Mesin ini mampu menampung 10.000 botol yakult yang siap dibawa ke Cold Room.

-          Cold room
Diruangan ini Yakult di simpan terpisah berdasarkan warna Packingnya. Yakult menerapkan sistem FIFO yaitu First in First out. Ruangan yang bersuhu 5oC  ini mampu menyimpan 2.700.000 botol.

-          Delivery
Cara pengiriman Yakult menggunakan mobil yang dilengkapi pendingin. Yakult ini kemudian dikirim ke berbagai cabang di seluruh Indonesia.



-          Ruang kendali mutu
Di ruangan ini akan dilakukan sampling dari hasil produk Yakult tadi. Hal ini bertujuan untuk pengecekan mutu dan keamanan. Di ruangan ini juga dilakukan pengujian dan pengendalian mutu yang dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku selama proses berlangsung sampai pada berakhirnya masa kadaluwasa Yakult.

-          Ruang kendali mutu Mikrobiologi
Di ruangan ini mikrobiologi diuji sesuai dengan standar Yakult. Apabila semua pengecekan kualitas mutu telah sesuai dengan standar yang di inginkan, maka produk Yakult siap dipasarkan.

3.5 Pengendalian Proses Produksi: Pemeliharaan dan Keandalan
Pengendalian produksi adalah berbagai kegiatan dan metode yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengelola, mengatur, mengkoordinir, dan mengarahkan proses produksi (peralatan, bahan baku, mesin, tenaga kerja) kedalam suatu arus aliran yang memberikan hasil dengan jumlah biaya yang seminimal mungkin dan waktu yang secepat mungkin.
Pengendalian produksi yang dilaksanakan pada  perusahaan yang satu dengan yang perusahaan yang lain akan berbeda-beda tergantung pada sistem kebijaksanaan perusahaan yang digunakan.  Pengendalian produksi dapat dilakaukan:

-          Order Control: Perusahaaan yang beroperasi berdasarkan pesanan dari konsumen sehingga kegiatan operasionalnya juga tergantung pada pesanan tersebut.
-          Follow Control: Perusahaan yang  beroperasi untuk menghasilkan produk standar sehingga sebagian produk merupakan produk untuk persediaan dalam jumlah besar.

Pengendalian keduanya bertujuan sama bagaimana jangka waktu arus material apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan demikian juga bagaimana transportasi dari pabrik proses produksi) ke gudang dan dari gudang ke tempat penyimpanan. Sasaran pemeliharaan dan keandalan adalah mempertahankan kapabilitas sistem. Pemeliharaan mencakup semua aktivitas yang berkaitan dengan menjaga semua peralatan sistem tetap dapat bekerja. Keandalan adalah peluang sebuah komponen mesin akan berfungsi dengan benar selama waktu tertentu dan kondisi-kondisi tertentu.

3.5.1 Perencanaan Produksi
PT Yakult menghasilkan produk dalam volume tinggi tetapi variasi rendah. Strategi proses yang dipilih adalah focus pada produk. PT Yakult hanya memiliki satu jenis produk. Selain itu juga, peralatan yang digunakan memiliki fungsi yang khusus dan pesanan serta panduan kerja sedikit karena semua sudah terstandarisasi. Hal ini terbukti dengan adanya Standar Operasional Prosedur kerja bagi karyawan perusahaan.
Dalam pembuatan Yakult, bahan baku yang digunakan adalah bakteri, susu bubuk, glukosa, dan air. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat botolnya adalah polysteren, dan tutupnya dibuat menggunakan aluminium foil. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti misalnya air didapatkan dari mata air gunung gede. Untuk menghasilkan Yakult, perusahaan melakukan beberapa tahap proses produksi :
1.      Pembibitan : proses pembibitan ini dilakukan secara manual. Saat pembibitan, susu bubuk disteril sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Kemudian suhunya didinginkan dan dimasukkan ke tempat penampungan besar dan didiamkan selama satu hari.
2.      Fermentasi : pada tahap ini gula mengalami proses HTST (High Temper Short Time), dan susu mengalami proses UHT ( Ultra High Temper). Waktu penampungan saat fermentasi adalah tujuh hari.
3.      Pencampuran gula dan air : pada tahap ini, gua dan air di mix menjadi satu. Media yang digunakan adalah mesin yang berfungsi mengaduk gula pasir dan air sampai membentuk gumpalan-gumpalan halus. Hasil dari tahap ini adalah yakult konsentrat, kemudian dimasukkan ke blending pump dan ditambahkan air dan hasil akhirnya adalah yakult.
4.      Proses pencetakan botol menggunakan 15 mesin. Setiap mesin menghasilkan 18 botol, sehingga dalam satu jam dapat menghasilkan 11.000 botol.
5.      Penyimpanan botol dilakukan dengan filter udara.
6.      Pada tahap terakhir ini menggunakan banyak sekali mesin, diantaranya adalah selector mesin dan mesin printing. Semua botol akan diisi yakult dan ditutup dan kemudian diseleksi.
7.      Pengemasan : terdiri dari proses packing, repacking, dan mesin akan menyusun produk akhir.

PT Yakult juga menggunakan strategi tata letak sel kerja, dimana mengorganisasikan ulang tenaga kerjanya dan mesin yang biasanya tersebar pada departemen beragam sehingga dapat memusatkan perhatian dalam membuat suatu produk yang saling berkaitan. PT Yakult memproduksi suatu produk yang mempunyai karakteristik sama dan memungkinkan untuk diproses dalam sel kerja tertentu.
Perencanaan kapasitas PT Yakult mempertimbangkan empat hal, yaitu peramalan permintaan secara akurat, adanya perubahan teknologi dan peningkatan kapasitas, tingkat operasi yang optimal, dan adanya perubahan-perubahan lain. PT Yakult memiliki kapasitas yaitu sekitar 3.300.000 botol/ hari. Namun produksi yang dilakukan setiap harinya dapat berubah sesuai dengan permintaan yang ada.

3.5.2 Pengendalian Produksi
Penanganan persediaan bahan baku merupakan salah satu masalah bagi PT Yakult sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk penanganan agar tidak terjadi kelebihan serta kekurangan bahan baku.  Perusahaan harus dapat mengelola persediaan yang dimiliki sebaik mungkin sesuai dengan kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan. Untuk menjamin agar pengelolaan persediaan sesuai dengan kebijakan manajemen perusahaan, maka dibutuhkan suatu system yang mampu menjamin tercapainya tujuan perusahaan. System akuntansi persediaan bahan baku merupakan hal yang sangat penting untuk penanganan masalah ini.
Perusahaan Yakult mempunyai beberapa tipe persediaan yaitu produk jadi, persediaan produk dalam proses, dan persediaan bahan habis pakai. PT Yakult menggunakan system dalam menjalankan operasi perusahaannya, tujuannya agar  perusahaan dapat mencapai tingkat laba yang diinginkan. Sedangkan tujuan dari system persediaan bahan baku adalah agar proses penyediaan bahan baku berjalan lancer. Penerapan system persediaan bahan baku membuat perusahaan mendapatkan manfaat yang besar yaitu adanya keteraturan penyediaan bahan baku sehingga tanggung jawab lebih terkontrol.

3.5.3 Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu merupakan pengawasan terhadap kualitas yang dilakukan pada setiap tahap proses pembuatan produk, mulai dari tahap bahan baku yang datang sampai dengan produk jadi yang siap untuk dikonsumsi. Pengawasan mutu PT Yakult dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1.      Pengawasan mutu bahan baku
Untuk melakukan inspeksi terhadap barang yang datang sebelum disimpan sementara di gudang atau sebelum dipakai proses produksi. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau bahan baku yang masuk apakah sesuai dengan spec yang distandarkan. Karena biasanya bahan baku yang masuk jumlahnya banyak maka yang dapat dilakukan pemeriksaan adalah dengan sampling. Sampling dilakukan dengan tingkat kepercayaan tergantung pada keadaan bahan baku.
2.      Pengawasan mutu selama proses produksi
Pengawasan mutu selama proses produksi dilakukan oleh Quality Control Process yaitu melakukan system pengendalian mutu proses produksi secara harian dan melakukan analisa organoleptik, bahan baku, bahan dalam proses dan barang jadi pada proses produksi serta melaksanakan pengendalian mutu harian. Pengawasan mutu selama proses dimaksudkan untuk mengawasi dan mengendalikan system pengendalian mutu terhadap proses produksi sehingga dihasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi standar mutu.
3.      Pengawasan mutu barang jadi
Pengawasan mutu barang jadi atau akhir dilakukan oleh Quality Control Finished good, yaitu melaksanakan system pengendalian mutu produk akhir dan memonitoring penyimpanan barang jadi di gudang dan melakukan pemeriksaan kualitas organoleptik selama disimpan.

3.5.4 Pemeliharaan Mesin dan Peralatan
PT Yakult menggunakan banyak mesin yang kompleks dalam proses pembuatannya sehingga membutuhkan dana investasi yang besar maupun biaya operasional. Untuk itu strategi dan kebijakan pemeliharaan diperlukan agar semua peralatan yang beroperasi di dalam system tidak mengalami kegagalan dalam pengoperasiannya. Upaya pengoptimalan pemeliharaan telah sering dilakukan, semuanya bertujuan untuk menjaga keandalan dan ketersediaan system. Oleh karena itu teknik  pemeliharaan pada PT Yakult lebih banyak dikonsentrasikan pada pemeliharaan pencegahan untuk menghindari kerusakan yang lebih serius.
Pada PT Yakult itu sendiri memiliki system sendiri untuk menjalankan sebuah mesin yaitu dengan memanfaatkan sebuah perangkat yang dapat mengakses mesin agar mesin tersebut dapat bekerja dengan baik dan teratur. Perangkat itu adalah Programmable Logic Controller. Selain itu, PT Yakult telah menjadwalkan perbaikan setiap mesin pada saat awal pembeliannya, yaitu sekitar enam bulan sekali dan juga adanya perencanaan pergantian mesin secara berkala.

3.6 Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)
Supply Chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Supply Chain Management (SCM) adalah merupakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pengadaan barang dan jasa bagi perusahaan sekaligus mengelola hubungan diantara mitra untuk menjaga tingkat kesediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan secara optimal. SCM mengintegrasikan mulai dari pengiriman order dan prosesnya, pengadaan bahan mentah, order tracking, penyebaran informasi, perencanaan kolaboratif, pengukuran kinerja, pelayanan purna jual, dan pengembangan produk baru.
PT Yakult dalam prosesnya tidak menggunakan supply chain management dengan perusahaan lain karena segala sesuatu nya diselesaikan sendiri dan bekerja dengan system ekspedisi dengan spesifikasi yang sudah ada.

Pendistribusian PT Yakult terdiri dari dua cara:
1.      Direct Sales
Untuk menjamin ketersediaan Yakult di supermarket, minimarket, toko, kantin, dan gerai lainnya, staff penjualan Yakult sendiri mengantarkan Yakult dengan menggunakan kendaraan berpendingin, ke seluruh wilayah yang tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sumatera, Batam, Bangka, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu staff penjualan Yakult juga memberikan penjelasan mengenai manfaat Yakult kepada pelanggan melalui kegiatan sampling di beberapa supermarket besar, serta penempatan sales promotion mereka di supermarket untuk memberikan penjelasan kepada pelanggan.
2.      Yakult Lady
Agar dapat mengirimkan Yakult dengan kualitas terbaik dimanapun dan kapanpun, diciptakan sistem pengiriman melalui Yakult Lady, yang mengantarkan Yakult langsung ke tangan pelanggan walau hanya 1 botol. Selain mengantarkan Yakult, para Yakult Lady juga melakukan komunikasi dan memberikan informasi kesehatan kepada pelanggan, sehingga Yakult Lady disebut pula sebagai “Pusat Informasi Berjalan”. Sistem Yakult Lady ini tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumatera, Batam, Bangka, Kalimantan, dan Sulawesi.








BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari makalah ini, diantaranya :
1.      Lokasi yang baik dapat menunjang efesiensi dan efektivitas suatu pabrik
2.      Banyak sekali variable yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi suatu pabrik dengan tujuan mendapat keuntungan ekonomis sesuai dengan tujuan perusahaan.
3.      Penentuan lokasi pabrik yang baik dapat berakibat pada lancarnya proses produksi pabrik tersebut.
4.     Yakult adalah minuman susu Fermentasi.  Penemu susu fermentasi ini adalah ahli mikrobiologi Jepang bernama Dr.Minoru Shirota. Yakult merupakan minuman susu probiotik serta memiliki beberapa manfaat bagi tubuh. Bahan-bahan dasar pembuatan yakult adalah susu skim, bakteri lactobacillus casei shirota, gula dll. Botol yakult dibuat dengan jenis plastik polistiren yang food grade karena dipercaya akan meminimalisir migrasi kepada produk. Untuk penyimpanan, yakult haruslah disimpan dalam keadaan dingin dengan suhu 00-10celcius karena untuk menjaga fungsi dari bakteri lactobascillus shirota agar berfungsi maksimal. Distribusi Yakult menggunakan  mobil box yang terdapat cooler box dan disebarkan ke supermarket serta menggunakan jasa yakult lady yang mengantarkan produk yakult ke rumah-rumah

B.     SARAN
Agar proses produksi berjalan lancar dan keuntungan ekonomis dapat tercapai sesuai dengan tujuan ada baiknya memperhatikan aspek-aspek pendukung agar dapat menentukan lokasi untuk mendirikan sebuah pabrik dengan tepat.



DAFTAR PUSTAKA



  • Hendra Kusuma. 2004. Manajemen Produksi. ANDI. Yogyakarta.

  • Maria Pampa Kumalaningrum, Kusumawati Heni, dan Hardani Rahmat Purbandono. 2011. Manajemen Operasi. UPP STIM YKPN. Yogyakarta.

  • Mohammad Syamsul Ma’arif dan Tanjung Hendri. 2006. Manajemen Operasi. Cetakan kedua. Grasindo. Jakarta.

  • www.yakult.co.id





 

 

0 komentar:

Posting Komentar