Jumat, 08 April 2016

0

Analisis Beberapa Jurnal Mengenai Teknik Pengambilan Keputusan



LAPORAN JURNAL
TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN




Jurnal I
Penerapan Multi-Criteria Decision Making dalam
Pengambilan Keputusan Sistem Perawatan
Oleh : 1)Jani Rahardjo 2)Ronald E. 3)Stok Rosa Yustina

Jurnal II
Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
untuk Penerimaan Beasiswa dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting)
Oleh : Sri Eniyati

Jurnal III
Pengambilan Keputusan Strategi Knowledge Management Untuk Merencanakan Knowledge Management Initiative Dengan Metode DEMATEL Dan ANP Di Divisi Kapal Niaga
PT. PAL Indonesia (Persero)”
Oleh : Rahmi Amalia







Disusun Oleh :
1)   Gustini Suryaningsih                H24140006
2)   Fitria Suartini                            H24140032
3)   Andi Fauziyah                          H24140019
4)   Nur Wasiah                              H24140077
5)   Fadilah Kusma Wardani           H24140030
6)   Eruniva                                                 H24140030
7)   Maratin Sholiha                                    H24140007
8)   Fitri Febriany Bahar                  H24140034
9)      Puji Lestari                               H24140045
10)  Intan Permatasari                     H24140045





PROGRAM SARJANA DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSITUT PERTANIAN BOGOR
2015

A.  Peneliti dan Asal Peneliti (Fakultas Atau Lembaga)
1.     Jurnal I
·       Jani Rahardjo : Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri, Universitas Kristen Petra
·       Ronald E. Stok : Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri, Universitas Kristen Petra
·       Rosa Yustina : Alumnus Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri,  Universitas Kristen Petra
2.    Jurnal II
·       Sri Eniyati : Dosen Program Studi Sistem Informasi, Universitas Stikubank.
3.    Jurnal III
·      Rahma Amalia: Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi   Sepuluh  Nopember (ITS).
B. Jenis Penelitian

1.    Jurnal
2.    Jurnal
3.    Jurnal
C. Judul Tujuan dan Latar Belakang Penelitian


1.     Jurnal I
·      Judul :  Penerapan Multi-Criteria Decision Making dalam Pengambilan Keputusan Sistem Perawatan.
·      Tujuan : Memilih strategi system perawatan yang tepat untuk suatu komponen kritis dan tidak kritis.
·      Latar belakang : System perawatan mesin produksi yang digunakan berpengaruh terhadap produktivitas. Jika system perawatan terhadap mesin yang digunakan sudah tepat maka produktivitasnya tinggi. Pemilihan strategi sistem perawatan yang tepat dapat memberikan hasil optimum terhadap kesiapan mesin dalam menunjang program produksi. Dalam menjalankan suatu bisnis, tentunya diperlukan system perawatan yang tepat supaya keuntungannya maksimal.
2.    Jurnal II
·         Judul : Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan untuk Penerimaan Beasiswa dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting).
·         Tujuan :  Mencari alternative terbaik bedasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan
·         Latar belakang : Dalam menentukan penerimaan beasiswa, banyak sekali kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh individu sebagai syarat dalam mendapatkan beasiswa. Masing-masing sekolah pasti memiliki kriteria-kriteria untuk menentukan siapa yang akan terpilih untuk menerima beasiswa. Pembagian beasiswa dilakukan oleh beberapa lembaga untuk membantu seseorang yang kurang mampu ataupun berprestasi selama menempuh studinya. Untuk membantu penentuan dalam menetapkan seseorang yang layak menerima beasiswa maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan.
3.    Jurnal III
·      Judul : “Pengambilan Keputusan Strategi Knowledge Management Untuk Merencanakan Knowledge Management Initiative Dengan Metode DEMATEL Dan ANP Di Divisi Kapal Niaga PT. PAL Indonesia (Persero)”.
·      Tujuan : Pemilihan strategi knowledge management dengan menggunakan metode analytic network process (ANP) berdasarkan kriteria yang disyaratkan.
·      Latar belakang : Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero) membutuhkan knowledge management yang dapat mengelola aset pengetahuan perusahaan. Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero) menyadari bahwa pengelolaan terhadap pengetahuan perusahaan sangat penting untuk meningkatkan kekuatan internal perusahaan. Namun, saat ini PT PAL Indonesia (Persero) belum memiliki lembaga yang khusus menangani pengelolaan pengetahuan di perusahaan. Pada penelitian ini, dilakukan pengambilan keputusan strategi knowledge management yang paling tepat untuk enam departemen di Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero). Pemilihan strategi ini dilakukan dengan menggunakan metode DEMATEL dan Analytic Network Process (ANP). Metode DEMATEL digunakan untuk mengetahui hubungan keterkaitan antar sub kriteria. Hasil dari metode DEMATEL menjadi input untuk membangun model ANP.
D. Metode TPK

1.    Jurnal I : Dalam pemilihan system perawatan mesin suatu perusahaan dibagi menjadi dua komponen. Komponen tersebut yaitu komponen kritis dan nonkritis. Setelah dianalisis dengan metode AHP dan Heuristic diperolehlah system perawatan yang tepat untuk komponen kritis dan nonkritis. Untuk komponen kritis system perawatan yang tepat yaitu Preventive Maintenance. Untuk komponen nonkritis sistm perawatan mesin yang terbaik yaitu Preventive Maintenance.
2.    Jurnal II : Menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting).
3.    Jurnal III : Pemilihan strategi ini dilakukan dengan menggunakan metode DEMATEL dan Analytic Network Process (ANP). Metode DEMATEL digunakan untuk mengetahui hubungan keterkaitan antar sub kriteria. Hasil dari metode DEMATEL menjadi input untuk membangun model ANP.
E. Hasil Penelitian

1.    Jurnal I
·      Untuk komponen kritis : Dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) didapatkan bobot untuk Breakdown Maintenance = 0,178, untuk Routine Maintenance = 0,219, untuk Planned Maintenance = 0,283 dan Preventive Maintenance = 0,320. Dengan mempertimbangkan bobot terbesar, maka sistem perawatan untuk komponen kritis yang terbaik adalah Preventive Maintenance.
·      Untuk komponen tidak kritis : Dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) didapatkan bobot untuk Breakdown Maintenance = 0,199, untuk Routine Maintenance = 0,200, untuk Planned Maintenance = 0,296 dan Preventive Maintenance = 0,304. Dengan mempertimbangkan bobot terbesar, maka sistem perawatan untuk komponen tidak kritis yang terbaik adalah Preventive Maintenance.
·      Kriteria kritis utama untuk komponen kritis adalah usia komponen, sedangkan untuk kriteria kritis lainnya adalah Reliability.
·      Kriteria kritis utama untuk komponen tidak kritis adalah  kualitas, sedangkan untuk kriteria kritis lainnya adalah Reliability.
                          
         Kriteria yang digunakan yaitu usia komponen, reliability, waktu perawatan, total cost, ketersediaan, cadangan, ketepatan dalam, pengiriman, kualitas.
2.    Jurnal II
·      Perancangan yang telah disusun, sebagian besar merupakan kriteria untuk penerimaan beasiswa dalam sekolah.
·      Bobot perhitungan adalah merupakan salah satu indikator penting dalam perhitungan untuk penerimaan beasiswa.

Selain itu, penulis juga memberikan beberapa saran dari hasil penelitiannya, bahwa :
·      Dapat dilakukan penambahan variable untuk perilaku siswa.
·      Dalam perhitungan solusi dengan menggunakan model Fuzzy, dapat memperbanyak pilihan kriteria yang diajukan sistem yang bersifat dinamik, yang terdiri dari variabel input Fuzzy dan variabel input non Fuzzy.
·      Seiring perkembangan teknologi informasi, maka akan lebih baik jika sistem yang ada sekarang untuk kedepannya dapatdikembangkan lagi dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer sehingga masyarakat dapat menggunakan sendiri secara langsung.
3.    Jurnal III
Strategi yang terpilih untuk setiap departemen adalah strategi exploitation pada Departemen Perencanaan Dan Pengendalian Produksi, strategi personalization pada Departemen Konstruksi Lambung, strategi codification pada Departemen Erection, strategi exploration pada Departemen MO & EO, strategi personalization pada Departemen HO & AO, serta strategi codification pada Departemen Dukungan Produksi. Sub kriteria yang memiliki bobot tertinggi pada semua departemen adalah sub kriteria lesson learned.  Berdasarkan strategi yang terpilih, diberikan rekomendasi knowledge management initiative untuk masing – masing departemen.


0 komentar:

Posting Komentar